Skip to content

Contoh Autobiografi

Sempatkah kalian menjumpai suatu contoh bacaan autobiografi? Ataupun malah belum sempat sama sekali? Tenang saja, sebab pada postingan kali ini kita hendak menekuni kumpulan contoh autobiografi yang baik serta benar.

Tadinya, ayo kita bahas secara pendek dahulu apa itu autobiografi. Autobiografi merupakan penyusunan tentang cerita ekspedisi hidup seorang yang ditulis oleh orang itu sendiri.

Biografi serta autobiografi itu merupakan 2 bacaan yang berbeda, lho! Buat mempelajarinya lebih lanjut, kalian dapat membaca postingan Pendidikanpedia tentang perbandingan biografi serta autobiografi.

Langsung saja, berikut ini Pendidikanpedia bagikan 13 contoh autobiografi diri sendiri yang dapat kalian peruntukan selaku rujukan ataupun buat mengerjakan tugas sekolah.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri I contoh autobiografi

Saya bernama Muhammad Anas, lahir pada bertepatan pada 12 Januari 2002 di Karawang. Saya merupakan anak awal dari 3 bersaudara. Orang tuaku bernama Dodi serta Aisyah.

Anas ialah panggilan akrabku. Latar balik keluargaku merupakan petani. Ayahku bekerja selaku buruh tani di desa kami.

Sedangkan ibuku merupakan bunda rumah tangga yang tiap hari mengurus rumah serta mengurus adik- adiku.

Kedua adiku masih kecil, tiap- tiap berusia 6 serta 4 tahun. Mereka merupakan seseorang pria serta wanita. Adik laki- lakiku bernama Muhammad Faisol, sedangkan adik perempuanku bernama Siti Qoriah.

Kami seluruh tinggal bersama di salah satu desa kecil di wilayah kota Karawang.

Semenjak kecil saya senantiasa dinasehati oleh bunda supaya giat beribadah serta jadi anak yang sholeh. Bunda pula berharap saya berkembang jadi pria yang patuh kepada orang tua serta ingin bekerja keras.

Dikala usiaku tiba 6 tahun, saya mulai mengenyam pembelajaran di salah satu sekolah dasar dekat rumahku. Sedari bangku SD tersebut, saya senantiasa mencapai ranking 3 besar sampai lulus academia.co.id

Setelah itu saya melanjutkan sekolahku di SMPN Rengasdengklok. Mulai semenjak itu, saya tertarik ke dunia teknologi, spesialnya pc serta digital.

Sehabis lulus SMP, saya memutuskan mau melanjutkan sekolah di pusat kota Karawang, tepatnya di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) kesukaan Karawang demi penuhi keingintahuanku hendak dunia digital.

Dengan bekal nilai tes sekolahku yang cukup bagus, kesimpulannya saya sukses memperoleh sofa di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) tersebut dengan jurusan Rekayasa Fitur Lunak.

Mengenali keingintahuan serta minatku terhadap bidang teknologi, bapak juga mendukungku. Serta kala memperoleh rezeki lebih, bapak memberikanku satu buah laptop selaku bahan pendidikan untuku.

Pastinya dengan laptop pemberian bapak itu, saya kian semangat belajar.

Di tahun awal SMK- ku, saya memberanikan diri buat mengkuti salah satu perlombaan desain website tingkatan kabupaten.

Meski tidak gampang, saya sukses mencapai peringkat awal dalam kompetisi tersebut.

Di sekolah, saya dapat dibilang lumayan pintar, tidak cuma di mata pelajaran bidang produktif, tetapi pula di mapel- mapel yang lain sebab saya senantiasa memperoleh peringkat awal di tiap semesternya.

Tiba tahun kedua Sekolah Menengah Kejuruan(SMK), saya terus menorehkan bermacam prestasi- prestasi yang lain.

Salah satunya merupakan jadi juara ketiga lomba desain website tingkatan nasional serta jadi finalis 100 besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat.

Pada dikala kelulusan, saya apalagi mendapatkan predikat siswa terbaik jurusan Rekayasa Fitur Lunak serta ialah siswa dengan nilai Tes Nasional paling tinggi ke- 3 dari seluruh siswa di angkatan sekolahku.

Saya sangat bangga serta bahagia dikala itu. Menjelang pelepasan, nyatanya saya memperoleh peluang buat melanjutkan studiku di luar negara, tepatnya di negeri Jerman.

Tetapi, bidang profesi yang dapat kuambil merupakan perhotelan, betul- betul berbeda dengan latar belakangku ialah jurusan pc. Hendak namun, saya pula sangat mau berangkat ke luar negara. Memperoleh pembelajaran di daratan eropa ialah salah satu impianku semenjak kecil.

Kesimpulannya saya juga mengambil peluang itu walaupun saya wajib lintas jurusan.

Sehabis belajar bahasa Jerman intensif sepanjang 6 bulan serta lulus tes bahasa, saat ini saya lagi menunggu pengumuman serta bertepatan pada keberangkatanku.

Saya berharap, pembelajaran serta karirku di situ dapat menolong kondisi ekonomi serta tingkatkan derajat keluargaku di desa.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri II

Namaku Liben Ananda, saya lahir bertepatan pada 17 Agustus 1997 di Papua. Namun, dikala ini saya lagi bersekolah di Jakarta selaku siswa klas X, jurusan IPS, tepatnya di SMAN 12 Jakarta.

Usiaku saat ini yakni 17 tahun. Dari kecil, saya telah suka sekali olahraga serta bermain bulutangkis. Sampai saat ini, bulutangkis merupakan cabang berolahraga kesukaanku.

Oleh karena itu, saya bercita- cita jadi pemain bulutangkis yang hebat serta dapat bawa harum nama bangsa di kancah internasional.

Tidak cuma membanggakan Indonesia, pasti saya pula mau membanggakan bapak serta mama yang telah merawatku semenjak kecil dan seluruh teman- temanku.

Dahulu dikala saya masih duduk di bangku kelas 5 SD, saya diberi hadiah ulang tahun berbentuk raket oleh kakeku. Kakeku itu pula profesional sekali dalam bermain bulutangkis.

Dia senantiasa mengajaku bermain serta mengajariku gimana bermain bulutangkis yang benar. Umumnya saya senantiasa menghabiskan waktu liburan sekolahku bersamanya bermain bulutangkis.

2 tahun yang kemudian dikala saya masih berumur 15 tahun, saya jadi perwakilan sekolah dalam suatu kompetisi bulutangkis antarsekolah se- kabupaten.

Serta dikala itu pula ialah kali pertamaku menjajaki kompetisi formal.

Saya sangat bahagia serta merasa bangga dikala itu sebab terpilih jadi perwakilan sekolah. Peluang ini tidak saya sia- siakan sama sekali sampai saya sukses melaju ke babak final.

Di final, nyatanya saya wajib menerima kekalahan serta jadi juara 2. Namun, saya tidak bersedih sebab ini pula ialah salah satu pengalaman berharga yang hendak ku kenang.

Dikala ini saya jadi salah satu anggota regu bulutangkis sekolahku. Bersamaan waktu, saya berharap kemampuanku terus bertambah supaya saya dapat terus memperjuangkan cita- citaku semenjak kecil.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri III

Perkenalkan, saya Dewi Anggini, wanita yang lahir pada bertepatan pada 12 Juni 1998 di Majalengka. Saya ialah buah dari pendamping Rizal serta Riska.

Saya mempunyai seseorang kakak serta adik. Dewi yakni panggilan akrabku.

Keluargaku ialah keluarga yang simpel serta berkecukupan. Ayahku bekerja selaku pegawai di suatu industri swasta.

Sebaliknya ibuku menjabat selaku tenaga pendidik di madrasah yang posisinya tidak jauh dari rumah kami.

Sedari kecil kedua orang tuaku senantiasa mengarahkan perilaku jujur, baik kepada sesama, serta giat beribadah kepadaku.

Baca Juga : Toilet Modern – Informasi Penting Untuk Peremajaan Kamar Mandi

Dikala saya berumur 6 tahun, saya masuk ke SDN 3 Pasawahan, Majalengka. Selepas lulus dari SD tersebut saya melanjutkan pembelajaran di SMPN 1 Majalengka, tepatnya pada tahun 2009.

Berikutnya kala saya lulus di tahun 2012, saya memutuskan buat pindah ke kota Bandung bersama dengan bibiku.

Kami tinggal di dekat wilayah Buah Batu. Di Bandung, saya melanjutkan sekolah di SMA yang tidak jauh dari tempat tinggal kami.

Salah satu hobiku dikala itu merupakan membaca serta menulis. Dikala merambah tahun kedua SMA, saya turut dalam suatu kejuaraan menulis cerpen antarsekolah se- kota Bandung.

Saya menulis cerpen dengan judul“ Cerita di Desa Ujung Timur”.

Published inBerita

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *